JL. KH. MAULANA HASANUDIN 2 - CIPONDOH MAKMUR (SEBERANG GERBANG MASUK SIMPRUG DIPORIS) - TELP/SMS: 087888680001/08568806988 - PIN BB: 220dc9d8"

Selasa, 05 Juni 2012

Para Perempuan Itu Rela Digunduli....



Pujari Aruna (40) berjalan kaki selama 30 jam untuk mencapai kuil Tirumala Venkateswara di Andhra Pradesh, India. Ia sudah lima kali mengikuti ritual ini.
Hair extension menjadi salah satu cara bagi para perempuan untuk me-makeover penampilannya. Bila tak ingin memotong rambut atau menunggu waktu lama untuk memanjangkannya, mengubah warna rambut, atau memilih model yang sedikit berisiko, hair extension bisa jadi penolong.
Di kalangan selebriti, hair extension dari rambut asli manusia lebih menjadi pilihan, karena terlihat dan terasa lebih natural daripada rambut sintetis. Temple hair, begitu sebutannya, saat ini dapat ditemukan di ratusan salon di Inggris. Hair extension dari rambut asli harganya mencapai 3.000 poundsterling (sekitar Rp 43 juta). Sejumlah selebriti yang pernah memburu rambut ekstensi asli ini antara lain Eva Longoria, Mischa Barton, dan Frankie Sandford dari girlband The Saturdays.

Kebanyakan dari produk hair extension tersebut didatangkan dari India. Kualitas rambut orang India disebut-sebut sangat tebal dan kuat, beberapa di antaranya belum pernah dipotong seumur hidupnya, dan tidak pernah terpapar sampo-sampo dan pewarna rambut berbahan kimia. Perempuan di pedesaan hanya menggunakan minyak kelapa dan sabun herbal untuk merawat rambut mereka. Namun jika perempuan Inggris mengetahui bagaimana proses mendapatkan hair extension tersebut di India, mungkin mereka akan berpikir ulang.
Di pura Hindu Tirumala Venkateswara di Andhra Pradesh, ribuan perempuan India, dan sebagian kecil laki-laki, setiap harinya menawarkan rambut mereka sebagai persembahan bagi Dewa Venkateswara. Tempat tersebut boleh dibilang merupakan penyedia utama industri hair extension, karena telah mengeruk keuntungan jutaan poundsterling dari hasil mengumpulkan rambut para perempuan. Para pemilik rambut, yang kebanyakan petani, tak pernah menerima uang sesen pun. Sebab, mereka melakukannya untuk para dewa.

Upacara pencukuran rambut dilakukan di 18 tempat pencukuran yang sangat luas, begitu luasnya sehingga kerumunan perempuan dan remaja putri harus antri selama lima jam untuk mendapat giliran. Sebanyak 650 tukang cukur disiapkan untuk memotong dan menggunduli para perempuan tersebut. Ekspresi para perempuan itu tenang, bibir mereka terkatup, namun tampak berusaha untuk tidak menangis.

Banyak dari para perempuan itu yang datang dari kota lain. Pujari Aruna (40), misalnya, berjalan kaki selama 30 jam untuk mencapai tempat tersebut. Ia sudah lima kali mengikuti ritual ini. "Mempersembahkan rambut Anda kepada dewa merupakan langkah simbolik untuk menyerahkan ego Anda, dan menjadi cara untuk berterima kasih atas berkat yang Anda terima," katanya. Ketika memohon untuk keselamatan keluarganya, atau panenan yang melimpah, orang-orang seperti Pujari akan menawarkan miliknya yang paling berharga ini sebagai ucapan syukur.

Mereka tidak memedulikan bila rambut mereka digunakan untuk kepentingan lain. Anita Triupati (28), yang menempuh perjalanan selama 560 km untuk mencapai kuil tersebut, telah merencanakan ritual ini selama bertahun-tahun. Setiap orang, menurutnya, harus mengusahakan ritual ini sekali dalam seumur hidupnya karena membawa berkah dari dewa.

"Ini pertama kalinya aku digunduli, dan aku melakukannya karena merupakan tradisi keluagaku untuk datang ke sini dan menawarkan rambut kita. Aku tidak tahu mau diapakan rambutku ini, setahuku bintang film lokal mengenakan wig dari rambut-rambut ini, dan beberapa di antaranya juga dikirim ke Hollywood," katanya polos.

Bukan hanya perempuan pedesaan yang rela mengorbankan rambutnya, tetapi juga para perempuan profesional dari kota besar. Hanya saja, mereka tidak sampai digunduli, melainkan hanya memberikan tiga helai rambut sebagai simbol.
Kuil lalu melelang rambut mereka kepada para eksportir dari penjuru dunia. India mengekspor sekitar 2.000 ton rambut setahun. Rambut terbaik atau terpanjang akan dihargai sedikitnya Rp 5 juta. Rambut akan dicuci dengan tangan di tempat pencucian raksasa, lalu ditarik melalui dipan panjang berpaku untuk melembutkannya, sebelum diikat dalam ikatan yang masing-masing berjumlah 200 helai.
Rambut ini kemudian dikemas ke dalam kotak karton, dan diterbangkan ke Nepi, Italia. Di sana, pigmen rambut dihilangkan melalui perendaman selama 20 hari. Setelah itu masih ada pemrosesan lebih lanjut, dari pewarnaan hingga penyesuaian helaian rambut dengan kepala calon pelanggan nantinya.

"Tidak ada statistik global secara resmi, namun cukup adil mengatakan bahwa rambut telah menjadi komoditas berharga seperti emas, berlian, atau minyak. Beberapa salon ternama memesan rambut senilai 100.000 poundsterling untuk setahun," ujar Phillip Sharp, direktur pelaksana Great Length International, manufaktur hair extension di Inggris.
Kepada para pelanggan, perusahaan-perusahaan seperti ini tak pernah mengatakan darimana sebenarnya rambut ekstensi itu diperoleh.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar