JL. KH. MAULANA HASANUDIN 2 - CIPONDOH MAKMUR (SEBERANG GERBANG MASUK SIMPRUG DIPORIS) - TELP/SMS: 087888680001/08568806988 - PIN BB: 220dc9d8"

Jumat, 05 Oktober 2012

Demam Mohawk Merambah Sulsel



TAK heran apabila, ada ungkapan “rambut adalah mahkota kecantikan maupun ketampanan”. Lantaran helaian-helaian tipis yang menempel di batok kepala itu begitu pentingnya, tak sedikit warga Kota Daeng menghabiskan waktunya  di salon. Sekadar memeroleh model potongan rambut idaman.

Kini, demam rambut bergaya Mohawk sedang mewabah. Pasca vokalis Ungu, Pasha, kembali mempopulerkan gaya rambut dengan posisi mencuat ala punkers itu. Menyusul gaya rambut ala boyband Korea, Smash dan Super Junior (Suju) yang sedang naik daun. Rambut dengan guntingan layer atau bersusun-susun ke bawah ini juga menjadi incaran.

Model Mohawk, tren rambut yang dipelopori grup band Ramones asal Negeri Paman Sam, kini seolah berevolusi. Tren rambut yang dikenalkan pada tahun 1974 itu, tampil lebih eksentrik. Mohawk dipadu model rambut ukir-ukiran yang diadopsi dari musisi rock Indonesia, Ahmad Dani. Hasilnya? Tengoklah pemuda satu ini.

Namanya, Asdin Juniardi, 21 tahun. Sambil rambut di kepalanya sedang “dirombak” total oleh stylish Salon Rudy Hadisuwarno di lantai tiga Mal Panakkukang, siang kemarin,  mahasiswa Sastra Inggris Unhas ini mengaku sedang tergila-gila dengan model Mohawk kombinasi model Ahmad Dhani itu.

“Hari Senin besok, saya mau ngem-ci di acara Ubud Writer & Reader Festival di Bali. Orang Bali kan masih kental dengan tradisinya, makanya untuk ukir-ukirannya, saya pilih model kotak-kotak,” bebernya sembari tatapannya tetap lurus menghadap cermin.

Helaian-helaian rambutnya yang dipangkas menggunakan clipper (alat pemotong rambut, red) pun satu-satu jatuh. Clipper ini amat membantu sang stylish yang juga bergaya rambut Mohawk, memperlancar bentuk ukiran itu.

Asdin mengaku merancang sendiri motif ukiran itu. Pasalnya, dia telah bosan dengan ukiran motif batik yang bulat-bulat. Atas rekomendasi temannya yang di Bali, pemuda berwajah rupawan ini pun memilih motif berbentuk kotak.

Kebetulan, jenis rambut Asdin yang bergelombang cukup membantu volume rambut yang menumpuk di kepala. Kian mengesankan rambut Mohawk cocok baginya.  Proses pengerjaan rambut model Semi Mohawk pun hanya butuh satu jam. Membuat Asdin keluar dari salon dengan penampilan yang seketika berubah.

Itu baru satu model rambut. Dalam lintasan zaman dan sejarah,  gaya rambut pria di Indonesia awalnya banyak yang dipopulerkan artis-artis Barat. Sebutlah misalnya, gaya rambut ala personel band Duran-Duran, Elvis Presley, New Kids On The Block hingga Demi Moore.

Kini, tren rambut pria Indonesia berkiblat ke Asia Timur dengan kehadiran boyband asal Korea. Potongan rambut bergaya Mandarin ini membuat sang pria tampak terlihat “cool”. Lantas, seperti apa gaya rambut asli pria Indonesia?

Model Rambut Indonesia

Ternyata, rambut asli pria dan wanita Indonesia berupa model panjang yang nyaris tanpa sentuhan gaya. Demikian diungkap pengajar Bidang Studi Tata Rias/PKK Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM), Dra Andi Nurnaga Nohong.

Ditemui di kediamannya, Komplek UNM Blok E III/5, pengajar yang tetap cantik di usia 64 tahun ini menceritakan, berdasarkan foto-foto atau lukisan kuno raja-raja seperti Sultan Hasanuddin maupun Arung Palakka, diperoleh kesan bahwa rambut asli orang Indonesia adalah panjang. Hal ini berlaku di sejumlah daerah, di mana raja-raja memiliki rambut panjang. Seperti gaya rambut pria di kesultanan Surakarta maupun Yogyakarta, gaya rambut raja atau pria masa akhir abad 18 itu digelung (diikat bundar) ke atas.

Seiring waktu, pasca kemerdekaan RI, masuklah budaya luar negeri ke Indonesia baik dalam bentuk film maupun lagu. Sehingga para penyanyi Barat inilah yang mengenalkan aneka gaya rambut yang diikuti penyanyi Indonesia dan merambah ke masyarakat luas.

“Jadi, model rambut asli pria dan wanita Indonesia itu panjang. Bahkan kalau di Sulsel, untuk wanitanya masih menggunakan rambut asli bernama Simpolong Tettong (sanggul berdiri),” terang nenek enam cucu itu.

Pengaruh modernisasi di Indonesia, maka model rambut mulai bermunculan. Nurnaga ingat betul, ketika dirinya masih duduk di bangku SMA, tren rambut yang populer di tahun 1960-an hingga 1970-an yakni model rambut ala Tony Curtis. Tony merupakan actor kebangsaan Amerika Serikat yang terkenal saat bermain di film utamanya, The Defiant Ones (1958).

“Model rambutnya disisir dari depan ke belakang sehingga meninggalkan kesan melengkung. Di samping kiri-kanan sedikit dicukur tipis,” terang dia.

Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat ke-35, Jhon Fitzgerald Kennedy atau dikenal dengan Jhon F Kennedy mengenalkan model rambut yang disisir ke kanan dengan belahan samping. Bahkan, istri Jhon F Kennedy yang bernama Jacqueline Lee Bouvier Kennedy Onassis juga mempopulerkan gaya rambut wanita dengan model lurus namun ujung rambut  digelung keluar.

“Suami istri itu benar-benar menjadi ikon model rambut kita. Bahkan, kami sendiri ketika ingin mengikuti model rambut ala istri Jhon F Kennedy, malam sebelumnya rambut kami digulung lalu diberi bir semalaman biar keras. Dulu kan belum ada hair spray. Besoknya baru dilepas. Hehehe, “ kenang Nurnaga tertawa.

Model-model rambut ini ternyata diadopsi pemuda-pemudi Makassar kala itu. Setelah sempat nge-tren selama satu dasawarsa, lalu pada tahun 1976, model ala Tony Curtis kembali   divariasikan dengan cara menarik sedikit rambut ke depan hingga membentuk poni.     Di era ini juga model rambut Elvis Presley populer dengan model rambut disisir ke belakang dan bervolume tebal pada bagian tengah.

“Bahkan di tahun itu juga sudah muncul model Bob dengan rambut dipotong lurus. Menyusul model rambut bergelombang pada tahun 1980-an,” ingat ibu empat anak ini.

Di tahun 1980-an, disitulah era munculnya rambut dengan model gondrong. Nurnaga dalam hal ini sekaligus    memperjelas bahwa asumsi sebagian masyarakat yang disebut rambut gondrong itu sama dengan rambut panjang.

“Sangat berbeda. Kalau rambut panjang ya rambut yang benar-benar panjang melebihi batas leher. Tapi disebut rambut gondrong itu yang panjangnya hanya sebahu lalu dipotong trap agar volumenya terkesan menebal,” jelasnya.

Susul-menyusul model rambut kian tak terelakkan. Masuklah model personel band Duran-Duran, di mana rambut panjang dengan jambul atau poni yang menutupi kening. Kala itu, yang bergaya rambut ala Duran-Duran dianggap keren.

“Pasca model Duran-Duran, sudah banyak lagi model rambut yang lain yang kita kenal di tahun 1990-an seperti New Kids On The Block dan Demi Moore,” paparnya.

Era Mandarin

Di Indonesia, model Demi Moore ini juga dipopulerkan penyanyi Yuni Shara. Menyusul Kribo ala Achmad Albar, keriwil ala Nicholas Saputra hingga jambul khatulistiwa milik Syahrini.

Awal tahun 2000-an, ketika demam film Meteor Garden yang diawaki bintang film Mandarin F4 seperti Tao Ming Tse, kiblat model rambut pria Indonesia pun mengarah ke sana. Gaya rambut ala Mandarin ini terus bertahan hingga kini didukung dengan  bermunculannya beragam boyband Korea. Akibatnya, kian ramai referensi Kaum Adam Indonesia untuk memilih model rambut yang disukainya.

Kendati demikian, di mata Nurnaga yang telah menjadi saksi perkembangan tren rambut dari  lintasan zaman, satu yang patut digaris bawahi adalah tren rambut pria selalu mengikuti basis atau bentuk dasarnya. Misalnya seperti model Mohawk yang telah  dimodifikasi dengan model ukir-ukiran.

“Tapi di antara sekian banyak model itu, satu model yang selalu menjadi patokan hingga kini adalah model Tony Curtis atau Jhon F Kennedy. Kebanyakan pria yang bekerja di kantor menggunakan model rambut berbasis ini. Itu karena bisa diterima di semua situasi baik formal maupun non formal,” tuntas Nurnaga tersenyum.


sumber

1 komentar: